_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/11/","Post":"https://suaranasional.com/2017/11/21/kader-ansor-yogya-sebut-si-somad-harus-belajar-dengan-anjing-ketika-bertemu-nabi-nuh/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/11/21/kader-ansor-yogya-sebut-si-somad-harus-belajar-dengan-anjing-ketika-bertemu-nabi-nuh/21617567_1982433655326504_6502287660850633325_n/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Tuesday , 21 November 2017
Breaking News
Home > Politik > Ahok Terlihat Jadi Anak Emas Penguasa setelah Hina KH Ma’ruf Amin, Ini Buktinya

Ahok Terlihat Jadi Anak Emas Penguasa setelah Hina KH Ma’ruf Amin, Ini Buktinya

3 Jenderal

Ist

Tiga jenderal yaitu Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya dan Menko Maritim Jenderal Purn Luhut Panjaitan menemui KH Ma’ruf Amin setelah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menistakan Ketua Umum MUI di pengadilan menandakan mantan Bupati Belitung Timur itu menjadi anak emas penguasa.

“Kesan yang timbul kenapa tiga jenderal yang  pemadam kebakaran. Justru yang terjadi asumsi Ahok anak emas kekuasaan jadi terkonfirmasi,” kata Ketua dewan pembina Humanika Andrianto kepada suaranasional, Kamis (2/2).

Kata Andrianto, Ahok jadi anak emas penguasa bisa dilihat status hukumnya terdakwa tetapi tidak ditahan. “Sungguh hebat baru kali pertama ada terdakwa yang tidak ditahan,” papar Andrianto.
Menurut Andrianto, keberadaan Ahok yang belum masuk penjara justru memunculkan gejolak sosial bahkan disintegrasi bangsa.

Andrianto

Andrianto

“Solusi sederhana untuk meredam eskalasi maka tegakkan hukum dengan memborgol Ahok sekarang juga,” jelas Andrianto.

Selain itu, ia mengatakan pernyataan Ahok yang menyudutkan KH Ma’ruf Amin dan SBY mengindikasikan terdakwa penista agama ini telah mempolitisasi pengadilan.

“Ahok mencoba menggiring opini seakan kasus penistaan agama berkait dengan pilkada sehingga Ahok dikesankan korban. Rangkaian setting ‘korban’ ini bertepatan dengan survei yang mempatkan Ahok tidak nomor satu,” pungkas Andrianto.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum