by

Harumkan Indonesia, Praveen/Debby Juara All England 2016

Debby Susanto (kanan) dan Praveen Jordan-Foto: Reuters/Andrew Boyers
Debby Susanto (kanan) dan Praveen Jordan-Foto: Reuters/Andrew Boyers

Tak dijagokan untuk menjadi juara, ternyata pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi juara baru All England. Mereka telah dipasangkan dua tahun dan tiga bulan lalu, kini mereka menjadi ujung tombak baru menuju Olimpiade 2016 Rio de Janeiro.

Menjadi penyelamat muka Indonesia di All England merupakan sesuatu yang membanggakan dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah olahraga raket ini. Mereka menjadi juara usai mengalahkan pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Cristinna Pedersen, dengan skor 21-12, 21-17 pada Minggu (13/5/2016).

Jalannya pertandingan

Sejak pertarungan baru dimulai, Praveen/Debby bermain agresif dan langsung memberikan tekanan kepada pasangan Denmark peringkat kelima dunia itu. Strategi itu terbukti ampuh. Nielsen/Pedersen tak mampu mengembangkan permainannya.

Baca juga:  Kandaskan Korea Selatan, China Juara Piala Uber 2016

Di game kedua, pertarung semakin ketat. Nielsen/Pedersen berusaha memberikan tekanan. Tetapi, mereka untuk memaksakan rubber game tak berhasil. Praveen/Debby menutup pertandingan pada menit ke-43.

Sebelumnya mereka telah merintis karier bersama-sama di pelatnas PBSI di awal tahun 2014. Naik turun prestasi ditunjukkan, tapi mereka menunjukkan tren yang positif.

Bahkan pada tahun 2014 Praveen/Debby menjalani tanpa gelar juara, tapi ada catatan bagus dengan meraih medali perunggu Asian Games di Incheon, Korea Selatan. Di tahun berikutnya, satu medali emas SEA Games didonasikan untuk kontingen Indonesia.

Baca juga:  Jadi Runner Up Indonesia Masters, Liliyana Natsir Pamit

Praveen/Debby menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil melaju ke final. Mereka membuat kejutan dengan mengalahkan dua pemain unggulan dari Cina secara berurutan.

Bagaimana kiprah mereka di turnamen Superseries? Praveen/Debby menjadi runner-up Prancis Terbuka. Tapi mereka mampu melaju lebih jauh ketimbang Tontowi/Liliyana saat bertanding di BWF Super Series Masters Final. Praveen/Debby sampai di semifinal sedangkan Tontowi/Liliyana tak lolos kualifikasi grup.

Prestasi Tahun 2016 memang sudah menjadi tahun mereka. Praveen/Debby menjadi juara di India Grand Prix Gold awal tahun ini. Kemudian berlanjut sebagai juara All England.

loading...

Loading...

News Feed