_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/11/","Post":"https://suaranasional.com/2017/11/24/rendahkan-ustadz-abdul-somad-alumni-doktor-kairo-ini-ingatkan-zuhairi-misrawi/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/11/24/rendahkan-ustadz-abdul-somad-alumni-doktor-kairo-ini-ingatkan-zuhairi-misrawi/mifatha/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Friday , 24 November 2017
Breaking News
Home > News > Fahira Idris Bongkar tak Tolerannya Facebook

Fahira Idris Bongkar tak Tolerannya Facebook

Fahira Idris (IST)

Fahira Idris (IST)

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris membongkar kebijakan Facebook yang sangat tidak toleran.

Media sosial Facebook menutup ataupun menghapus tulisan yang menyuarakan penolakan terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

“Kebijakan facebook menutup akun-akun yang menyuarakan pendapat berbeda dengan padangan facebook soal #LGBT (sambung) #FacebookIntoleran,” ungkap Fahira di akun Twitter-nya @fahiraidris.

Fahira mengatakan, kebijakan diskriminasi Facebook itu mencenderai prinsip-prinsip menghargai perbedaan & kebebasan berpendapat yang mereka agung-agungkan.

Kata Fahira, Facebook membiarkan pendukung LGBT di Indonesia memposting di akun mereka.

“Postingan Gerakan #LGBT & penyokongnya di Indonesia yg menyatakan “mencintai sesama jenis” dan (sambung) #FacebookIntoleran,” paparnya.

Kata Fahira, Facebook pun membiarkan postingan pornografi untuk kalangan LGBT. “Yang mengarah pada postingan pornografi untuk kalangan #LGBTHM , sama sekali oleh facebook tidak diganggu gugat. #FacebookIntoleran,” jelas Fahira.

“Apa yang dilakukan facebook harus disikapi dengan cara-cara yang kreatif juga. #FacebookIntoleran #ShameOnYouFacebook,” ujarnya.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum