_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/11/","Post":"https://suaranasional.com/2017/11/24/ini-dia-daftar-nama-peserta-lulus-seleksi-cpns-polri/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/11/24/ini-dia-daftar-nama-peserta-lulus-seleksi-cpns-polri/cpns-polri/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Saturday , 25 November 2017
Breaking News
Home > News > Butuh Bantuan > Kasihan, Tak Mampu Bayar Kontrakan, Nenek dan Cucunya ini Tinggal di Toilet Umum

Kasihan, Tak Mampu Bayar Kontrakan, Nenek dan Cucunya ini Tinggal di Toilet Umum

Foto: Syahdan Alamsyah

Foto: Syahdan Alamsyah

Seseorang nenek tua bernama Oon (40) alias Ate sudah sebulan ini tinggal bersama cucunya yang masih balita di sebuah toilet umum di Kampung Sirnagalih, RT 03 RW 29, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Nenek Oon sendiri berstatus sebagai janda setelah suami yang biasa menafkahinya meninggal dunia enam tahun yang lalu.

Seperti diketahui saat disambangi oleh detikcom sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (24/1/2016), Oon yang sering dipanggil Ate oleh warga sekitar itu tengah tiduran bersama sang cucu di atas dipan kayu yang dibuat sedemikian rupa hingga menyerupai ranjang sebagai alas tidurnya. Setiap hari, di ruangan toilet berukuran 2×1 meter persegi itu lah Oon hidup bersama cucunya.

“Saya sudah izin ke ketua RW, mau tinggal di sini karena enggak mampu bayar kontrakan, sebelum ngontrak saya sempat tinggal di rumah orang tua yang akhirnya dijual sebagai warisan. Saya kebagian tapi habis ya buat ngontrak itu,” ucap Oon.

Oon mengaku mempunyai saudara, namun setelah orang tuanya meninggal, kehidupan mereka jadi masing-masing. Namun Oon tak perduli dengan keadaan itu, karena menurutnya yang penting bisa mencari makan untuk dia dan cucunya sehari-hari.

“Saya enggak tahu anak saya atau ibunya cucu saya ini kerja dimana, bilangnya sih kerja di Flores. Kadang suka kirim uang juga, tapi itu cuma bertahan enggak sampai sebulan. Sisanya saya bekerja cari rongsokan atau sampah kertas dan plastik yang saya jual ke pengepul,” tambahnya.

Jika cuaca hujan, Oon tak mampu untuk keluar mencari nafkah. Ketika keadaan itu terjadi, dirinya lebih memilih untuk diam di dalam ‘kamar’ bersama cucunya. Alhamdulillah para tetangga ada yang membawakan makanan untuk ia santap bersama sang cucu.

Ketua RW 29, Ateng mengakui akan adanya warga yang meminta izin tinggal di toilet umum. Menurut Ateng, toilet itu berada di kawasan taman yang dibuat oleh salah satu perusahaan kendaraan bermotor.

“Ibu itu minta izin dan bilangnya sementara, hanya untuk sekedar tidur saja. Ia mengaku sempat mengontrak di kampung Citepus PAM namun enggak mampu bayar,” jelas Ateng.

Ateng pun menjelaskan jika ruangan toilet yang ditempati nenek Oon sudah tidak berfungsi dan tak digunakan warga. “Toilet itu ada dua pintu, satu pintu masih berfungsi sementara yang satunya tidak digunakan karena macet. Jadi kami memperbolehkan dia untuk tinggal di situ, karena di ke-RW-an tidak ada lahan untuk dibuatkan rumah buat ibu itu,” pungkasnya.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum