by

Mantan Staf Khusus SBY: Jokowi Kampret, Mundur Saja

Mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Andi Arief mengkritik keras Surat Edaran dari Kapolri tentang Penebar Kebencian.

Andi Arief - Foto: LensaIndonesia
Andi Arief – Foto: LensaIndonesia

Mantan aktivis SMID langsung nengungkapkan Surat Edaran ini karena Rezim Joko Widodo. “Jokowi kampret, Jokowi mundur saja,” ungkap Andi di akun Twitter-nya @AndiArief_AA.

Andi pun menyarankan salah satu folliwer-nya untuk melawan Jokowi bahkan sampai menurunkan dari kekuasaan.

“@AndiArief_AA: @Rin_Rin_Spd saya sarankan jangan takut dg gertakan polisi yang jadi alat JOKOWI. Lawan, turunkan Jokowi. Ini jendral salon LUHUT otaknya.”

BACA JUGA: Polisi Gandeng Kemenkominfo, Lacak Penebar Kebencian di Media Sosial

Baca juga:  Staf Khusus Era Presiden SBY: Jokowi itu Presiden atau Penggembala?

Kata Andi Arief, Kapolri menerobos aturan prinsip, mengabaikan delik aduan dan delik umum, Polisi bisa subjektif menyatakan sesuatu menjadi delik umum.

“Orasi, spanduk, banner, mimbar bebas, demonstrasi, ceramah agama, media dll kini dimata-matai oleh polisi,” ungkapnya.

Kata Andi Arief, surat edaran itu dalam praktek sudah dilakukan oleh rejim Orde Baru. Hanya saat ini ditambahkan polisi mengintai jejaring sosial.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed