by

Kurang Perawatan, Bus TransJ Keluarkan Asap di Jatinegara

Bus TransJ Merek Inobus - Foto:detikcom
Bus TransJ Merek Inobus – Foto:detikcom

ANS Kosasih Direktur Utama PT Transportasi Jakarta menyesalkan dengan peristiwa terbakarnya accu bus TransJakarta sehingga mengeluarkan asap tebal di Stasiun Jatinegara 2, Jaktim, Sabtu(18/07/2015). Padahal baru beberapa pekan yang lalu Bus TransJ Terbakar di Salemba.

ANS Kosasih pun lantas segera meminta maaf, Dia meminta seluruh armada bus Inobus segera diperiksa

“Kami memohon maaf kepada publik Jakarta yang menggunakan moda transportasi Transjakarta karena terjadinya hal ini. Meskipun bus tidak terbakar karena prosedur keselamatan kami lakukan dengan baik, serta tidak ada korban karena prosedur evakuasi kami lakukan dengan baik, namun harus diakui bahwa pelayanan kami belum sempurna,” tutur Kosasih dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/7/2015).

Baca juga:  Terbongkar, Siyono Meninggal Akibat Kekerasan, Ini Bukti Hasil Autopsi Lengkapnya

Kronologi Keluarnya Asap

Tiupan kipas mesin menyebabkan timbulnya asap. “Bus tidak terbakar karena tindakan yang tepat,” imbuh Kosasih.

Kosasih menjelaskan bahwa bus DMR-008 bermerk Inobus sudah dioperas berumur 3-4 tahun, dioperasikan oleh DAMRI yang merupakan salah satu operator Transjakarta.

“Pihak DAMRI sendiri sangat kooperatif dan Direktur Utama DAMRI telah menyatakan akan memeriksa semua bus dengan merk yang sama yang mereka operasikan terutama dari sisi kelistrikannya.” papar Kosasih.

“PT TransJakarta berkomitmen akan mempercepat pengadaan bus baru terutama yang berbahan bakar diesel, untuk menggantikan bus-bus yang sudah tidak layak jalan atau yang harus diperbaiki dalam jangka waktu cukup lama,” menurutnya

Baca juga:  Ngeri, Bus TransJ Terbakar di Salemba UI, Api Jilat Halte UI

“Berdasarkan statistik, bus-bus berbahan bakar diesel memang relatif jarang sekali mengalami risiko terbakar. Untuk bus-bus berbahan bakar gas yang baru, saat ini kami hanya berani melakukan pengadaan bus BBG yang sudah terbukti aman dioperasikan di negara lain,” tutup Kosasih.

loading...

Loading...

News Feed