_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"http://suaranasional.com","Category":"http://suaranasional.com/category/news/butuh-bantuan/","Archive":"http://suaranasional.com/2017/07/","Post":"http://suaranasional.com/2017/07/23/aktivis-katolik-dan-keturunan-tionghoa-kecewa-kh-said-aqil-ada-apa/","Page":"http://suaranasional.com/karir/","Attachment":"http://suaranasional.com/2017/07/22/cara-cek-rekam-jejak-rekening-penerima-rekening-agar-lebih-yakin-bertransaksi/wp-1500712036428-jpg/","Nav_menu_item":"http://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"http://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 23 July 2017
Breaking News
Home > Tag Archives: medsos

Tag Archives: medsos

Telegram Akan Diblokir Pemerintah, Facebook dll Menyusul?

wp-1500075808620..jpg

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo) memerintahkan akan melakukan pemblokiran aplikasi Telegram di Indonesia. Rencananya pemblokiran baru akan diumumkan pada Senin (17/7/2017) mendatang. “Ya (ada perintah untuk blokir), saya lagi siapin catatan-catatannya ya mas. Semoga Senin Pak Dirjen Aptika (Semuel Abrijani Pangerapan) bisa kasih penjelasan luas,” papar juru bicara Kemenkomifo, Noor Iza saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat ... Selengkapnya »

Tak Tepati Janji Potong Kuping, Netizen: Ruhut Banci Kaleng

wp-1493037463489..jpg

Beberapa pengguna media sosial (netizen) menanggapi Ruhut Sitompul yang tidak menempati janji memotong kuping jika Ahok kalah di Pilkada DKI Jakarta. Netizen merasa kecewa dengan politikus mulut besar itu karena tidak mau melaksanakan janjinya tersebut. Pengguna akun Twitter Adi Handojo @AdiDojo2 menilai Ruhut mengecut dan lebih baik pakai rok saja. “Cocoknya pakai rok saja si mulut besar,” ungkapnya. Hal sama ... Selengkapnya »

Tertibkan Medsos yang Dianggap Hoax Penguasa akan Gagal

Sosial media (IST)

Penertiban media sosial (medos) yang dianggap hoax oleh penguasa akan gagal karena tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.  “Kini medos mau ditertibkan agar mereka tak menyerang penguasa. Saya yakin gagal. Sebab penertiban itu diketahui umum sekadar utk kepentingan kekuasaan. Tak ada hubungannya dengan kepentingan rakyat,” kata mantan anggota DPR Djoko Edhi Abdurrahman kepada suaranasional, Senin (9/1). Djoko mengkritik berita hoax tentang ... Selengkapnya »

Staf Khusus Era Presiden SBY: Hoax adalah 85 % Janji Jokowi di Media Belum Dipenuhi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi (IST)

Berita hoax adalah janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebar di media tetapi sampai saat ini belum ditepati. “Apa yang disebut Hoax? 85 % janji Jokowi yang sudah disebar media dalam kampanye tapi belum dipenuhi,” kata Staf Khusus Era Presiden SBY, Andi Arief di akun Twitter-nya @andiariefaa. Kata Andi Arief, rezim Jokowi mengalami kegusaran bila terjadi aksi besar seperti 411 ... Selengkapnya »

MUI Tegaskan Tanpa Fatwa pun, Menyebarkan Berita Bohong Dilarang Agama

wp-1483156848527.jpg

Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan berita bohong atau sering dikenal hoax dan juga berita fitnah yang tersebar di media sosial, termasuk menyebarkannya.  Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid menegaskan, berbohong apa pun bentuknya dilarang agama. “Fatwa itu ditetapkan jika ada pihak yang memintanya. Tapi tanpa ada fatwa, yang namanya bohong itu dilarang agama,” ucap Zainut ... Selengkapnya »

Bukan Kalangan Oposisi atau Aktivis, Buzzer Istana Penyebab Kegaduhan di Media Sosial

Sosial media (IST)

Penyebab gaduhnya di media sosial (medsos) bukan dari kalangan aktivis maupun oposisi tetapi buzzer Istana. “Presiden acap kali bersikap sinis, cuek pada kritikan publik bahkan terkesan memanfaatkan jaringan buzzer Istana untuk membodohi dan mengkelabui rakyat,” kata Ketua Progres 98 Faizal Assegaf kepada suaranasional, Jumat (30/12). Kata Faizal, sikap presiden yang meminta berlaku sopan di medsos tetapi membiarkan buzzer pendukungnya tidak ... Selengkapnya »

Sebut 5 Pahlawan RI KAFIR pada Pecahan Mata Uang Baru, Kader Wanita PKS Dilaporkan Polisi

wp-1482332726662.jpg

Salah satu kader wanita Partai Keadilan Sejahtera, yakni Dwi Estiningsih dilaporkan Forum Komunikasi Anak Pejuang Republik Indonesia ke Kepolisian Daerah Metro Jaya, Rabu, 21 Desember 2016.  Dwi dilaporkan karena membuat cuitan di akun media sosial yang dianggap berbau kebencian dan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolong (SARA). Menanggapi laporan dirinya ke polisi, Dwi menjawab santai. Dwi melihat laporan tersebut justru ... Selengkapnya »

Terkait Medsos Ganggu Kebhinnekaan, Kominfo: Kami Berkolaborasi dengan Polri

Sosial media (IST)

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menyebut media sosial berpotensi mengganggu kebhinnekaan. Kemkominfo meminta masyarakat menggunakan media sosial secara positif. “Kita harus mendorong ber-social media secara positif, mendorong hal yang baik,” ucap Noor Iza, Juru Bicara Kemkominfo saat dihubungi wartawan seperti dilansir detikCom, Selasa (20/12/2016). Menurut Noor Iza baik-buruknya medsos sangat ditentukan oleh penggunanya. Meski demikian, Kemkominfo tetap melakukan antisipasi penyalahgunaan ... Selengkapnya »

Ini Dia Cara Facebok Mengatasi Berita Hoax / Bohong

Ilustrasi

Facebook Inc menyatakan Kamis waktu AS bahwa akan membuat sejumlah tool baru demi mencegah penyebaran berita bohong di jejaring media sosial ini. Perusahaan IT ini akan mempermudah penggunanya menandai artikel-artikel bohong pada News Feed mereka. Selain itu, Facebook juga akan bekerjasama dengan organisasi-organisasi semacam laman penguji fakta Snopes, ABC News dan Associated Press untuk memeriksa keaslian berita. Facebook mendapat kritik ... Selengkapnya »

Sesalkan Saling Hujat di Medsos, Jokowi Sendiri yang Pelihara “Teroris Medsos” Serang Lawan Politik

Presiden Jokowi - Foto: Okezone

Presiden Joko Widodo (Jokowi) harusnya membubarkan para buzzer pendukung karena di media sosial (medsos) karena pendukung mantan Wali Kota Solo itu sangat kasar di dunia maya. “Kalau Jokowi menyesalkan pernyataan kasar, harusnya ia instropeksi karena telah memelihara para buzzer yang tugasnya seperti teroris medsos menyerang lawan politik dengan kata-kata kasar,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Rabu (9/11). Kata ... Selengkapnya »