Strategi PKS tak Usung Anies di Pilgub Jakarta

Oleh: Sholihin MS (Pemerhati Sosial dan Politik)

Banyak pihak yang sudah berburuk sangka dengan keputusan PKS mencalonkan Sohibul Iman sebagai cagub di Pilkada Jakarta, bukannya dukung Anies sebagai cagub.

Dugaan mereka salah. PKS tidak mungkin meninggalkan Anies, apalagi menjerumuskannya. Partai pertama yang mendukung Anies cagub adalah DPW PKS Jakarta.

Berita simpang siur tentang PKS mau gabung Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang didukung Jokowi, membuat para pendukungnya berharap-harap cemas. Banyak pertanyaan yang muncul : “Akankah PKS bergabung dengan partai-partai pelaku dan pendukung kecurangan?” “Benarkah PKS akan meninggalkan Anies”, dll.

Banyak pihak yang mengaitkan jasa PKS kepada Anies sehingga Anies diminta tidak nyagub tapi harus mendukung Calon dari PKS. Benarkah?

Berikut beberapa analisa penulis :

Pertama, PKS tidak mungkin meninggalkan Anies

Anies dan PKS itu satu senyawa, tidak mungkin dipisahkan. Itu yang pernah diucapkan oleh Sekjen PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi. DPW PKS sudah sejak awal mendeklarasikan Anies sebagai cagub, dan keputusan mencalonkan Sohibul Iman bukan karena PKS telah “menceraikan” Anies, tapi justru untuk menyelamatkannya. Kok bisa?

Kedua, PKS hendak menyelamatkan Anies*

Alur berfikirnya seperti ini:

  1. Anies itu sudah menjadi tokoh nasional, secara ketentuan langit, Anies akan jadi Presiden 2024. Saat ini kemenangan Anies “dirampok” Jokowi diberikan kepada Paslon 02. Tidak menutup kemungkinan Anies akan mengambil alih Presiden RI di beberapa bulan ke depan.
  2. Anies jika nyagub di Pilgub Jakarta dan hanya berlawanan dengan Kaesang (RK-Kaesang), kemungkinan dicurangi lebih besar dibandingkan jika dengan 3 Paslon, sehingga suara Kaesang bisa terpecah, walaupun peluang Jokowi curang tetap besar.
  3. Kemungkinan PKS mencalonkan Sohibul Iman setelah yakin ada partai-partai yang mencalonkan Anies (PDIP, PKB, Nasdem) sehingga pencalonan Anies Anies tetap aman

Ketiga, Pencalonan Kader Sohobul Iman bagian dari strategi PKS

Setelah PKS dirayu Jokowi untuk jadi cawagub RK dengan iming-iming jabatan Menteri dan konon juga uang, adalah upaya Jokowi agar PKS berkhianat kepada Anies. Jika PKS masih bersama Anies, kemungkinan “balas dendam” Jokowi kepada penjegalan Anies lebih besar. Tapi dengan tidak mencalonkan Anies (setelah Anies aman dicalonkan tiga partai), serangan terhadap Anies bisa dieliminir. Soal elektabilitas Anies tidak bisa dikejar oleh calon siapa pun.

Bahkan penulis tidak berfikir adanya opsi keempat, yaitu :

Keempat, PKS hendak menaikkan posisi bargaining kepada Anies agar cawagub Anies harus dari PKS

Melihat persaingan cawagub Anies yang sangat ketat (di mana PDIP, PKB, dan Nasdem), semua partai pengusung ingin menjadi cawagub, maka PKS sebagai partai pemenang Pemilu merasa lebih berhak mendapat posisi cawagub.

PKS adalah partai yang sudah teruji kesetiaannya kepada Anies, tidak mungkin mengkhianati Anies. Semua langkah PKS adalah untuk kebaikan Anies.

Wallhu A’lam

Bandung, 17 Dzulhijjah 1445