Beredar Kabar PDIP Restui Anies Baswedan-Prasetyo Edi Marsudi di Pilgub Jakarta 2024

Saat ini beredar di kalangan wartawan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merestui paslon Anies Baswedan-Prasetyo Edi Marsudi di Pilgub Jakarta 2024. Kabar itu juga menyebutkan PDIP sedang menawarkan ke partai-partai lain untuk mengusung paslon ini di Pilgub Jakarta 2024.

Demikian kabar yang diterima redaksi www.suaranasional.com, Sabtu (15/6/2024). “Partai-partai yang kami ajak koalisi masih belum ada yang setuju dengan paslon ini,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Sumber redaksi suaranasional.com, PDIP menolak Anies berpasangan dengan Kaesang. “Kalau Anies masih dengan Anies, kami akan mengusung calon sendiri,” jelasnya.

Pengamat politik dari Universitas Nasional, Selamat Ginting menilai, jika duet Anies-Pras terwujud besar kemungkinan menang satu putaran.

Ginting menyebut, keduanya sama-sama memiliki pengalaman memimpin lembaga di pemerintahan Jakarta, Anies di eksekutif sebagai mantan Gubernur DKI. Sedangkan Prasetyo alias Pras di legislatif sebagai Ketua DPRD DKI dua periode.

“Ini akan jadi pasangan calon yang seksi, karena dia (Pras) kan sudah 2 periode memimpin DPRD DKI,” kata Ginting di Jakarta, Minggu (26/5/2024).

“Menurut saya ini sebuah terobosan yang cantik kalau Anies bisa diduetkan dengan kader PDIP,” katanya menambahkan,

Lebih jauh, menurut Ginting, duet Anies-Pras juga akan menyatukan PKS dan PDIP. Dimana kedua parpol tersebut merupakan dua kekuatan terbesar di Jakarta saat ini.

Diketahui, PKS adalah partai pemenang di Jakarta berdasarkan hasil Pemilu 2024 dengan 18 kursi. Sedangkan PDIP di urutan kedua yakni 15 kursi. Sedangkan, PKS DKI Jakarta juga sudah mengusulkan kepada Majelis Syuro DPP PKS untuk mengusung kembali Anies pada Pilkada Jakarta 2024.

Ginting pun mengakui saat ini Anies masih merupakan figur terkuat di Jakarta. Sedangkan Pras, Ginting menyebutnya sebagai sosok politisi PDIP paling senior di DKI.

Terlebih, saat ini PDIP tak memiliki tokoh yang kuat. “Memang ada Ahok di PDIP tapi kan dia dan Anies seperti air dan minyak maka tak mungkin berpasangan,” katanya.

“Apalagi resistensi terhadap Ahok tinggi sekali di Jakarta. Karena dia napi yang keputusannya inkrah dalam kasus penistaan agama,” ucap Ginting.

Kemudian Tri Rismaharini juga disebut tidak cukup terkenal di Jakarta, meskipun menjabat Mensos. “Jadi kalau Pras yang diusung saya kira pendukung atau konstituen PDIP juga akan setuju,” ujarnya.

“Dahsyat sekali ya, kalau Anies berpasangan dengan Pras. Ini bakal jadi unggulan pertama,” kata Ginting.