Rais Aam Syuriah PBNU Nilai Pernyataan Imaduddin bukan Ajaran NU

KH Pernyataan Imaduddin Utsman memperlihatkan ajaran NU yang menyebut tidak percaya Ba’alawi keturunan Rasulullah walaupun ulama seluruh dunia menyetujuinya

“Orang berfatwa sedunia mensahihkan mengisbat karena suatu hal bahwa Ba’alawi ini keturunan Baginda Nabi tapi Imaduddin tidak percaya ini. Ilmu macam apa semacam ini bukan ajaran kita,” kata Rais Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar dalam video yang beredar di YouTube.

Kata Kiai Miftachul Akhyar pemikiran model Imaduddin sudah masuk di Solo Raya dan pengurus PCNU yang menolak Ba’alawi keturunan Rasulullah harus dibenahi.

Baca juga:  KH Said Aqil PBNU Nilai UIN Yogyakarta tak Salah Punya Wewenang Larang Cadar

“Sekarang ini wirid-wirid yang sering kita baca Ratibul Haddad mulai ditolak. Pada gilirannya Syekh Abdul Qadir Jailani sudah mulai digarap Sayyid Muhammad Al Maliki juga diragukan nasabnya,” paparnya.

Menurut Kiai Miftachul Akhyar, kegaduhan nasab itu tidak bisa dilepaskan dari gerakan Wahabi.

“Semua di belakang itu Wahabi yang memang berani dia menolak seperti itu kebenaran ditolak dan sebagian daripada Syiah. Ini perlu kami sampaikan di acara yang sangat penting ini untuk bagaimana intisab kita pada Mbah Hasyim Asy’ari, Syaikhona Chalil, Mbah Syekh Nawawi Bantani sebagai muasis-muasis sebagai pemberi sinyal-sinyal. Kalau sampai terkena terimbas penyakit itu tidak sadar kalau kita ini sebetulnya menolak Mbah Hasim ya inilah cara mereka inginkan,” paparnya.

Baca juga:  Ganjar Siap Buka Dialog soal Wadas, Tanggapi Teguran Ketum PBNU

Kiai Miftachul Akhyar mengatakan, ketika ada oknum habib bersalah tetapi semua habib dan organisasinya Rabithah Alawiyah disalahkan. “Berarti sudah tujuan untuk mengaburkan habibnnya.

Ia juga heran ada yang menyebut PBNU menjadi budak dan jongosnya habib. “Memang cara-cara mereka seperti itu. Semoga pencerahan ini bukan menambah ruwet,” tegasnya.