Brimob Diduga “Teror” Kejagung, Aktivis Politik: Momentum Jadikan Kepolisian di Bawah Kemendagri

Dugaan “teror” Brimob di Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadi momentum kepolisian di bawah Kemendagri.

Demikian dikatakan aktivis politik Rahman Simatupang dalam pernyataan kepada redaksi www.suaranasional.com, Ahad (26/5/2024). “Kalangan DPR harus mendorong Polri di bawah Kemendagri,” ungkapnya.

Kata Rahman, pemerintahan Prabowo-Gibran bisa menempatkan Polri di bawah Kemendagri. “Saat ini kewenangan Polri terlalu berlebih dengan anggaran yang sangat besar di bawah Presiden,” paparnya.

Rahman mengatakan, kalangan pegiat demokrasi sangat menyetujui Polri di bawah Kemendagri. “Polri mempunyai fungsi keamanan layak di bawah Kemendagri,’ jelasnya.

Posisi Polri di bawah Kemendagri, kata Rahman agar tidak memunculkan kecemburuan dari TNI. “Saat ini TNI di bawah Kementerian Pertahanan,” ungkapnya.

Baca juga:  Skenario Menkominfo Jadi Tersangka Dugaan Korupsi BTS dan Dicopot dari Kabinet

Sekelompok personil Brigade Mobil Polri berkonvoi dengan sepeda motor dan mobil mengelilingi markas Kejagung pada Senin malam, 20 Mei 2024. Perisitwa itu terjadi tepat sehari setelah seorang anggota Datasemen Khusus 88 Anti Teror tertangkap saat membuntuti Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Sirine di mobil berbunyi sepanjang perjalanan dengan kerlap-kerlip lampu berwarna merah-biru. Tampak gerombolan polisi berkonvoi itu memutar Jalan Panglima Polim.

Sejumlah saksi yang melihat konvoi itu mengira polisi tengah berpatroli untuk mengawasi keamanan di sekitar kawasan Blok M. Namun, kejanggalan terlihat karena konvoi aparat berseragam lengkap itu berputar mengelilingi kawasan perkantoran Kejagung ini berkali-kali.

Baca juga:  Kematian Terduga Teroris Siyono, Bukti Densus 88 Munculkan Teror Baru

Seorang personil polisi yang menggunakan motor gede (moge) berada di posisi paling depan konvoi tersebut. Sementara personil yang berboncengan dengan motor trail dan mobil mengekor di belakangnya. Setiap kali melewati gedung Kejagung, suara motor moge itu selalu berisik. Si pengendara tampak menarik-narik gas motornya berkali-kali. —menggonggong beberapa kali. Suara knalpot motor itu cukup berisik.