Amil Adalah Air Penjejuk bagi Penciptaan Iklim Kebaikan

Oleh: Nana Sudiana (Direktur Akademizi, Associate Expert FOZ)

Kesenjangan sosial dan ekonomi bisa saja terjadi. Namun, sepanjang masih ada ribuan tangan amil yang menggandeng erat para dhuafa, semoga anarki dan dendam sosial tak memercik apalagi meletup di negeri ini. Kriminalitas, kerusuhan, dan ledakan emosi massa akibat ketimpangan sosial dan ekonomi, semoga tak menjadi bara api yang meletup mengasung negeri yang kita cintai bersama ini.

Semoga para amil adalah air penyejuk bagi penciptaan iklim kebaikan sekaligus pembuktian bahwa amil adalah benar-benar jembatan yang menghubungkan kebaikan para muzaki kepada orang-orang dhuafa penerima zakat.

Di lain pihak, para amil pun semoga mampu istiqamah dalam layanan kebaikan ini dan terus meningkatkan diri. Dunia amil yang modern dan profesional sendiri memang tak sama pada setiap bagian waktunya. Zakat memang dikenal lama masyarakat kita mengikuti hadirnya umur dakwah Islam di negeri ini. Namun, amil zakat sebagai sebuah pekerjaan profesional, layaknya profesi yang lain, sesungguhnya relatif masih muda.

Baca juga:  Dana Sosial Islam untuk Pengembangan Ekonomi Islam dan Kesejahteraan Umat

Turn over SDM amil di masing-masing organisasi pengelola zakat pun tak bisa dipungkiri cukup tinggi. Hal ini salah satunya karena sistem dan mekanisme kerja amil masih berbeda di setiap lembaga.

Tata kelola amil zakat yang diharapkan menjadi jembatan yang mengangkat kualitas amil zakat sehingga menaikkan kepercayaan masyarakat, belum merata pada sejumlah lembaga. Organisasi-organisasi yang sudah lama dan mapan saja yang leluasa mendesain SDM hingga memenuhi sejumlah kebutuhan ideal layaknya praktik bisnis modern dengan zakat sebagai basis industrinya. Sayangnya, sebagian OPZ masih banyak yang terjebak pada situasi “pokoknya bertahan hidup dulu”.

Di dunia zakat, orang-orangnya boleh datang dan pergi dari aktivitas amil. Namun, idealnya, akan lebih kondusif bila semua orang yang pernah bergabung dan menjadi bagian langsung dari gerakan zakat Indonesia tersebut tetap melestarikan dan memelihara semangat kebersamaan dalam menebar kebaikan. Spirit ini penting maknanya agar pengaruh dan daya dukung gerakan zakat semakin luas melibatkan banyak pihak. Bagaimanapun juga, apa yang dilakukan gerakan zakat Indonesia sejatinya masih butuh dukungan maksimal dari banyak pihak karena sedemikian kompleks masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial ekonomi di negeri kita. Dunia zakat Indonesia saat ini belumlah sebesar kemampuan negara dalam mengatasi dan menjadi solusi atas semua persoalan kehidupan masyarakat, terutama soal kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan.

Baca juga:  Menyiapkan SDM Amil yang Unggul dan Berkualitas

Namun, spirit untuk bergandengan bersama dan menjadi bagian atas solusi secara bersama-sama, setidak-tidaknya mampu menginspirasi siapa pun di negeri ini. Sesama anak bangsa tentu harus saling bantu dan bekerja sama.