Tidak Ada Kompromi dengan Kecurangan, Perjuangan Rakyat untuk Tegaknya Demokrasi belum Berakhir

Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Sosial dan Politik)

Dengan membusuknya Mahkamah Konstitusi, sempurna sudah pembusukan demokrasi di Rezim Jokowi. Politik dinasti dan cawe-cawe seorang Presiden yang membuat Pemilu sangat kacau tetap ditolerir, paling tidak oleh 5 hakim MK yang menyebabkan keputusan tetap memenangkan Paslon 02 yang ditolak rakyat.

Saat ini tidak ada satu lembaga pun yang bisa dipercaya dan berpihak kepada rakyat. Rezim Jokowi harus segera diakhiri termasuk produk Pilpres curang Prabowo-Gibran.

Semua lembaga baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif termasuk juga partai-partai politik sudah dalam penguasaan China. Masihkah kita berbangga dan berharap kebaikan dengan kondisi saat ini ?

Jika para pejabat rezim Jokowi dan elit-elit partai merasa nyaman dan baik-baik saja, tapi tidak dengan rakyat.

Baca juga:  TPN Ganjar-Mahfud tak Percaya MK dan Bawaslu, Maunya Revolusi Gulingkan Jokowi?

Para pejabat dan elit partai mungkin sudah merasa nyaman karena perutnya sudah buncit memakan dana-dana proyek atau mungkin juga uang sogokan, tapi apa yang didapat oleh rakyat ?

Selama Indonesia dalam cengkeraman China maka hanya segelintir orang saja yang menikmati dana-dana kucuran dari para oligarki taipan dan proyek-proyek dengan China. Sementara rakyat cukup disuap dengan BLT dan dana Bansos sebagai upaya pembodohan dan pembohongan.

Rezim Jokowi harus segera ditumbangkan. Kemenangan Prabowo-Gibran sebagai anak haram konstitusi dari hasil Pilpres curang tidak bisa diterima rakyat dan sama sekali bisa mengatasi permasalahan bangsa.

Keputusan MK yang konspiratif telah mencederai hati nurani rakyat dan tidak akan mampu menghentikan rakyat untuk terus mencari keadilan sampai Indonesia benar-benar merdeka dari cengkeraman China.

Baca juga:  Mahkamah Konspirasi

Jika DPR sebagai wakil rakyat sudah tidak peduli dengan Hak Angket, dan MK sebagai harapan terakhir rakyat mencari keadilan juga ikut berkhianat, maka dengan segala daya dan kemampuan rakyat akan membentuk Parlemen Jalanan, Pengadilan Rakyat, People Power atau Revolusi

Rakyat Indonesia memang lemah dan bodoh, tapi bukannya kelemahannya dibikin kuat dan pintar, tapi justru terus dieksploitasi dan dipelihara untuk kepentingan politik pihak tertentu.

Dengan tetap berikhtiar di jalan yang lurus semoga segera turun pertolongan Allah yang akan menumbangkan rezim zhalim boneka China.

Bandung, 14 Syawwal 1445 H