Menguji Komitmen Hakim-hakim MK untuk Independen 

Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Sosial dan Politik)

Harapan untuk menjadikan MK sebagai lembaga independen dan bermartabat yang dikendalikan oleh hakim-hakim yang berintegritas, jujur, adil, profesional dan mengedepankan hati nurani dan akal sehat terus dibayang-bayangi intervensi penguasa, oligarki taipan dan China komunis.

Seberapa teguh dan berani para hakim MK memegang prinsip dalam berjuang membela yang benar dan memenuhi keadilan rakyat, ini yang sedang kita nantikan komitmen dan  kesungguhan mereka.

Kemenangan Paslon 02 secara curang memang by design oleh oligarki taipan dan China komunis melalui tangan-tangan kotor (dirty hands) rezim Jokowi.

“Sabotase” kemenangan bagi Paslon 02 bukan saja demi memperpanjang kekuasaan Jokowi, tetapi yang lebih mengerikan adalah dibiarkannya TKA China yang notabene Pasukan Tentara Merah China (PKC) akan semakin leluasa menggusur kaum Pribumi.

Sifat asli Prabowo satu persatu sudah mulai terbuka kedoknya, selain punya catatan kelam di bidang HAM juga ternyata sama-sama dengan Jokowi dari Keturunan China.

Sebagai pemenang hasil rekapitulasi “siluman” KPU,  yang belum juga disahkan sebagai Presiden sudah dari awal-awal mau melanjutkan program Jokowi dan kerjasama dengan China.

Memperpanjang kerjasama dengan China artinya :

Pertama, Jeratan hutang dengan jaminan APBN dan membiarkan kepentingan China dalam semua bidang bakal terus berlanjut.

Kedua, TKA China yang merupakan bagian dari kesepakatan akan terus membanjiri Indonesia sampai bisa menggusur penduduk pribumi seperti yang terjadi di Singapura.

Ketiga, Semua pejabat Indonesia harus tunduk dan bertekuk lutut kepada China dan Warga China tidak boleh diproses hukum.

Keempat, Semua lembaga negara baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif akan terus dibawah kendali China, orang Indonesia cuma jadi kacung China.

Kelima, China tidak bisa dihalangi untuk mengeruk seluruh kekayaan alam Indonesia sampai habis, dalam berbagai bentuk.

Dengan 5 ancaman hegemoni China atas Indonesia apabila dibiarkan terus, sungguh Indonesia akan mengalami malapetaka yang lebih buruk dari ketika dijajah Belanda selama 350 tahun. Jika itu terjadi, Indonesia telah menjadi bangsa yang tolol, membiarkan negerinya sendiri dijajah bangsa Asing.

Mungkin tidak berlebihan kalau saat Anies adalah satu-satunya harapan orang yang bisa menyelamatkan Indonesia dari cengkeraman China.

Para elit yang mendukung tindakan penguasa, oligarki taipan, dan China komunis untuk terus menjegal Anies, mereka tak lebih dari para komprador busuk bahkan bisa mengarah sebagai pengkhianat bangsa.

Selama pemerintahan Jokowi yang hampir mencapai 10 tahun, semua lembaga negara baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif  dibuat lumpuh dan hanya jadi pelayan oligarki taipan dan China komunis. Semua lembaga itu sudah kehilangan kemerdekaan dan independensinya, termasuk lembaga tertinggi MK yang dipimpin oleh Anwar Usman.

Saat ini adalah pertaruhan terakhir para hakim MK : apakah para hakim MK masih mau jadi budak dan dikendalikan oleh oligarki taipan dan China komunis, atau mau bangkit membela rakyat melawan (intervensi) penjajah ?

Jika Para hakim MK masih terjajah oleh kekuatan oligarki taipan dan China komunis, maka hancurlah bangsa dan negara Indonesia di bawah penjajahan China komunis.

Para pembela dan pendukung paslon 2 yang notabene sebagai proxy China tidak lebih dari manusia-manusia rakus, bodoh, dan penjilat. Mereka tidak berpikir akibat jika Paslon 02 berkuasa yang cuma jadi boneka China.

Hanya pertolongan Allah yang bisa menyelamatkan Indonesia dari kehancuran.

Semoga Anies tetap tegar dan dalam pertolongan Allah sehingga bisa melawan penjajahan China.

Bandung, 6 Ramadhan 1445

Baca juga:  Mahkamah Konspirasi