Solusi untuk Palestina itu Khalifah, bukan Merdeka

Oleh : Ahmad Khozinudin, Sastrawan Politik

Masalah Palestina, tidak bisa diselesaikan dengan solusi dua negara (two state), dengan membagi wilayah Palestina menjadi dua: satu untuk Palestina, satu untuk zionis. Karena solusi ini, sama saja melegitimasi entitas najis zionis yang mencaplok tanah Palestina.

Masalah Palestina, juga tidak bisa diselesaikan dengan memerdekakan Palestina. Sebab, solusi ini akan menjadikan Palestina Nation State (Negara Bangsa), yang terlepas dari kaum muslimin.

Memerdekakan Palestina, juga hanya memulai periode penjajahan baru. Dari penjajahan fisik dan militer, menjadi penjajahan politik dan ekonomi.

Palestina akan mirip Indonesia. Merdeka dari penjajah Belanda, tapi sistem hukumnya masih dibelenggu oleh Belanda, sistem politiknya dijerat dengan politik sekuler demokrasi.

Solusi Palestina ya hanya Khilafah. Solusi ini, bisa terjadi dalam dua keadaan:

Pertama, Palestina menjadi titik tolak tegaknya Khilafah, menjadi pusat Khilafah yang memimpin seluruh kaum muslimin dengan menerapkan syariat Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru alam.

Kedua, Khilafah tegak di wilayah lain, lalu segera Khalifah mengumumkan jihad fi Sabilillah untuk membebaskan Palestina, dan mengintegrasi Palestina sebagai wilayah Khilafah, kembali menjadi tanah Kharajiyah milik seluruh kaum muslimin.

Tetapi jika dilihat dari sejarah, kemungkinan solusi kedua yang terjadi. Yakni, Khilafah tegak di luar Palestina, lalu Palestina kembali dibebaskan oleh tentara Jihad sebagaimana dahulu pada era Khalifah Umar RA dan Sholahudin Al Ayyubi dibebaskan.

Untuk mendirikan Khilafah, tidak harus dimulai dari tanah arab. Dari Indonesia, kaum muslimin juga bisa menegakkan Khilafah.

Karena itu, cara untuk menolong Palestina adalah berjuang menegakkan Khilafah di negeri ini, dan setelan tegak mengirim putra putra terbaik negeri ini, para tentara Islam dari negara Khilafah untuk berjihad membebaskan  Palestina. Jadi, siapapun yang peduli pada Palestina maka ia harus memperjuangkan Khilafah, atau setidaknya mendukung perjuangan Khilafah.

Palestina tidak mungkin dibebaskan oleh Presiden atau anggota DPR. Karena itu, perjuangan demokrasi via Pemilu, siapapun yang akan menjadi Presiden maupun anggota DPR, tidak akan pernah bisa menjadi solusi bagi Palestina.

Namun, jika negeri ini berdiri Khilafah, maka Khalifah bisa segera memencet tombol Jihad, mengirim tentara kaum muslimin untuk membebaskan Palestina. Tentara kaum muslimin itu, adalah tentara dengan bendera hitam (royah) dari timur.

Setelah Palestina dibebaskan, maka Palestina di integrasi menjadi wilayah Khilafah. Ibukota Khilafah, bisa dipindah ke Palestina, agar kontrol dakwah Islam ke seluruh penjuru alam bisa lebih maksimal. Hal ini, sejalan dengan hadits nabi yang menyatakan pusat peradaban Islam akhir zaman ada di Syam (Palestina).

Mari berjuang untuk Palestina. Mari berjuang untuk menegakkan Khilafah.

Baca juga:  Parah, Reuters Sebut Kelompok Radikal Ikut Terlibat Aksi Bela Palestina di Indonesia