Kejutan dari PDIP Demo di Depan DPR Berakhir Ricuh

Oledemoh Memet Hakim, Pengamat Sosial & Wanhat APIB/APP TNI

Demo 19 Maret 2024 di DPR di Senayan, dipimpin oleh Prof Dien Syamsudin, mantan Waketum MUI dan Ketum Muhammadiyah dan Korlapnya Jumhur Hidayat, mantan Ketua KSPSI, Mantan Kepala BNP2TKI. Keduanya tokoh pergerakan dari Sipil, tetapi di belakangnya banyak Jendral purnawirawan TNI bahkan ada mantan Wakil Kapolri Oegroseno, mantan wakil Panglima TNI Fahrur Rozy dan banyak para purnawirawan lainnya dalam barisan yang mengawal demo ini. Tampak Mayjen Soenarko Korlap demo di KPU sehari sebelumnya, Said Didu mantan Sekjen BUMN dan KH Athian Ali tokoh Ulama Jawa Barat, Alumni UI dan personal APP TNI juga.

Jumlah massa yang hadir diperkirakan sampai 1 juta orang, ada juga yang memperkirakan ratusan ribu orang bahkan ada yang memperkirakan hanya ribuan orang saja. Selain masaa Gerakan Penegakan Kedaulatan Rakyat dan Front Penegak Daulat Rakyat, hadir pulan dari berbagai elemen masyarat termasuk Buruh dan Mahasiswa. Akan tetapi faktanya lebih banyak dibanding massa demo tanggal 18 Maret di KPU. Pengamanannya saja ada 3.350 personil kepolisian atau setara dengan 33 SSK yang dilengkapi dengan berbagai peralatan. Pintu masuk DPR dari depan dipasang penghalang beton dan pagar kawat.

Baca juga:  Tak Miliki Prestasi, Jadi Alasan PDIP Belum Tegaskan Usung Ganjar di Pilpres 2024

Bukan main ngerinya Polisi ini pada oang yang berunjuk rasa, sehingga mempersiapkan pengamanan begitu hebatnya. Seperti biasa ada pendemo lainnya yang datang dilokasi dan ditempat yang sama. Jumlahnya tidak banyak dan mereka terlihat tidak paham untuk apa ada disana. Diduga ini merupakan SOP pengamanan di Kepolisian, yang ujungnya diharapkan ada keributan untuk dijadikan alasan penangkapan. Kayaknya doktrin pecah belah, bubarkan dan tangkap masih dipegang teguh.

Padahal jika polisi akomodatif dan persuasif hasilnya akan jauh lebih baik. Ajak dialog, pertemukan mereka dengan yang didemo, selesai sudah. Mungkin Polwan lebih cocok mengurusi yang demo seperti ini. Demontran yang masih berada di DPR sampai larut malam, akhirnya dibubarkan secara paksa oleh polisi yang bertugas di sana.

Beruntungnya perwakilan anggota DPR dari fraksi PDIP yakni Masinton Pasaribu dan Adian Napitupulu menjemput bola, mereka hadir dan orasi serta mengajak perwakilan peserta demo untuk masuk ke Gedung DPR. Aksi anggota DPR dari PDIP ini patut diacungi jempol, karena rasanya baru kali ini ada pendemo disambut seperti itu.

Di dalam Gedung perwakilan pendemo ini disambut oleh Aria Bimo, Waka Komisi VI DPR RI, didampingi Oleh kedua anggota DPR diatas. Tampak Dr. Marwan Batubara, Rizal Fadhilah SH, Ir. Syafril Sofian, Ahmad Yani SH, Prof Musni Umar dan beberapa perwakilan komunitas lainnya dan mahasiswa.

Baca juga:  Kerahkan Anak Buahnya Lindungi Jokowi, Megawati Gunakan Cara Preman

Tampak aspirasi seperti mendukung dan mendesak agar “Hak Angket digulirkan, , Makdzulkan Jokowi, tolak hasil kecurangan pemilu sampai kenaikan harga sembako” diterima Fraksi PDIP tersebut. Yang mengejutkan buka puasa di dalam Gedung DPR telah disiapkan. Peristiwa ini sangat langka, bahkan mungkin baru kali ini terjadi. Pertemuan sejak sebelum magrib sampai sekitar jam 20:00 berlangsung dengan baik.

Memang betul Jokowi adalah sumber dari segala sumber permasalahan di negeri ini, sampai pemilu saja menurut Analisa banyak ahli dan fakta sudah direncanakan curang. Artinya Jokowi ini merupakan penjahat yang harus diadili karena telah banyak pelanggaran2 UU dan etika yang dilakukannya. Ini yang perlu diselidiki oleh DPR lewat Hak Angket oleh DPR. Hasil Hak Angket ini tentu dapat menjawab semua praduga yang timbul di Masyarakat. Tentu ada pula pihak yang menolak Hak Angket termasuk kalangan istana, ini merupakan pertanyaan besar, mengapa Hak Angket ditakutkan bilamana menang semuanya fair dan tidak ada kecurangan ?