Prabowo For Presiden 2024

Oleh: Ahmad Basri, Ketua K3PP Tubaba – Alumni UMY

Dalam kontek politik modern saat ini ( Baca Pemilu ) kehadiran lembagai survei sebuah keniscayaan yang sangat sulit untuk tidak dihindari. Dinegara – negara yang sudah maju tatanan kehidupan politik demokrasi , seperti di AS, lembagai survei sudah lama berdiri dan menjadi tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana calon yang akan terpilih dalam pemilu. Dengan melihat serta membaca hasil survei gambaran calon akan terlihat tingkat keterpilihan.

Harus diingat bahwa Lembagai survei sesungguhnya hanyalah cara metode ilmiah sceintifik dalam mengolah data untuk memahami dan mengukur fenomena sosial. Hasil survei bisa dijadikan untuk menjawab – memahami hipotesa awal atau prediksi yang sifatnya sementara bukan akhir sebuah kesimpulan. Survei bisa dengan berbagai macam cara, namun pendekatan pada umumnya melalui kualitatif – kuantitatif, dengan metode observasi atau wawancara, tehnik random acak melalui deferensasi kategori sosil ekonomi.

lembaga survei mungkin bisa dikatakan baru hadir dalam dinamika politik di Indonesia, seiring dengan lahirnya semangat reformasi dengan diterapkan pemilu langsung disegala tingkatan, baik untuk pilpres, pilgub maupun pilbup. Dalam pemilu langsung pertama era Megawati sudah mulai bermunculan lembaga. Hasil survei misalkan antara Megawti – SBY selalu menempatkan hasil tertinggi unggul sementara ada di SBY dengan dua digit lebih. Terbukti setelah hasil pemilu 2004 – 2009 SBY sebagai presiden dua periode hingga berakhir 2014.

Selanjutnya pemilu 2014 – 2019 Jokowi – Prabowo semua lembaga suvei mayoritas hampir memberi penilaian Jokowi unggul di atas Prabowo dengan selisih satu digit lebih. Lagi – lagi hasil pemilu membuktikan hitungan KPU tidak jauh berbeda dengan apabyang telah dirilis oleh lembaga survei sebelumnya. Walaupun ada protes melalui jalur politik legal formal ke MK namun keputusan kemenangan ada di Jokowi.

Baca juga:  Memaknai Arti Berterima Kasih

Fenomena pemilu pilpres 2024 sesungguhnya tidaklah jauh berbeda dengan pemilu – pemilu pilpres sebelumnya. Semua Lembaga survei yang ada yang tercatat resmi di KPU, telah merilis jauh hari tiga kandidat yakni Prabowo , Anies dan Ganjar. Hasilnya Prabowo selalu unggul diatas dua digit lebih dengan lawannya Anies dan Gajar. Sedangkan jarak antara Anies dan Ganjar tidak begitu jauh.

Mari kita lihat hasil lengkap lembaga survei yang dirilis terbaru pada awal desember 2023 hingga januari ini 2024. Ada 10 lembagai survei yang memberikan hasilnya dihadapan publik yakni. Hasil survei ini setidaknya bisa memberikan gambaran awal.

(1 ). Lembaga survei Media Survei Nasional (Median) Survei yang digelar 23 Desember 2023-1 Januari 2024, Prabowo-Gibran: 43,1 persen, Anies-Muhaimin: 26,8 persen, Ganjar-Mahfud: 20,1 persen. Dan (2).Lembaga riset internasional Ipsos Public Affairs merilis hadil survei (10/1/2024). Menunjukan Prabowo-Gibran: 48,05 persen Anies-Muhaimin: 22,80 persen
Ganjar-Mahfud: 18,35.

(3). Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei pada periode 1-7 Januari 2024. Prabowo-Gibran: 42,3 persen, Anies-Muhaimin: 34,5 persen, Ganjar-Mahfud: 21,5 persen. Dan (4). Lembaga Pusat Polling (Puspoll) Indonesia. Merilis hasil survei ini dilakukan pada 11-18 Desember 2023. Prabowo-Gibran: 41 persen, Ganjar-Mahfud: 27,6 persen, Anies-Muhaimin: 26,1 persen.

(5). Polling Institute merilis hasil survei terbaru pada Rabu (3/1/2024). Prabowo-Gibran: 46,2 persen Anies-Muhaimin: 24,6 persen, Ganjar-Mahfud: 21,3 persen. Dan (6) Lembaga riset dan survei Indonesia Political Expert (IPE) merilis hasil(2/1/2024). Ganjar-Mahfud: 33,7 persen, Prabowo-Gibran: 31,2 persen
Anies-Muhaimin: 26,7 persen.

(7). Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis survei (4/1/2024). Prabowo-Gibran: 49,5 persen, Anies-Muhaimin: 24,3 persen, Ganjar-Mahfud: 20,5 persen. (8). Politika Research and Consulting (PRC) merilis hasil survei, Jumat (5/1/2024). Prabowo-Gibran: 42,4 persen, Anies-Muhaimin: 28,0 persen Ganjar-Mahfud: 21,8 persen.

Baca juga:  Fanatisme dan Politik Kebencian

(9). Lembaga Ide Cipta Research and Consulting (ICRC) merilis hasil survei (2/1/2024). Prabowo-Gibran: 39,4 persen, Ganjar-Mahfud: 29,1 persen Anies-Muhaimin: 25,6 persen. (10).Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei (26/12/2023). Prabowo-Gibran: 46,7 persen, Ganjar-Mahfud: 24,5 persen Anies-Muhaimin: 21 persen.

Dengan gambaran hasil dari lembaga survei setidaknya tidak berbeda jauh dengan hasil yang akan diraih di masing – masing calon presiden pada 14 Februari 2024. Jika membaca dan berkaca pada kemenangan SBY dan Jokowi, yang selalu menempatkan rilis hasil lembaga survei sebagai hipotesa awal dan terbukti, maka pemilu 14 Februari 2024 bisa diprediksi bahwa Prabowo adalah pemenangnya. Prabowo For Presiden 2024.

Mungkin ini setidaknya apa yang dikemukakan oleh lembaga survei tentu tidak nikmat untuk didengar dan dibaca oleh mereka yang percaya bahwa Anies atau Ganjar adalah pemenangnya dalam pemilu 24 Februari 2024. Mereka dipastikan tidak percaya dengan apa yang dirilis oleh lembaga survei. Pertanyaan yang harus dijawab rumus dan logika ilmiah apa yang dapat memberikan satu keyakinan publik bahwa Anies atau Ganjar adalah pemenangngnya pilpres 2024 selain menggunakan pendekatan metode survei ?

Penulis ingin mengajak dan mempertegas bahwa bagi pendukung Prabowo untuk tidak berlebihan apa yang dihasilkan oleh lembaga survei, sedangkan bagi pendukung Anies atau Ganjar, setidak menjadi persiapan piskologis politis, jika hasil dari lembagai survei benar adanya. Artinya kekalahan sudah dipersiapkan jauh hari sebagai sebuah kenyataan.