PPJNA 98: Setara Institute Lakukan Pembunuhan Karakter Terhadap Anwar Usman

Ketua Badan Pengurus Setara Institute Ismail Hasani telah melakukan pembunuhan karakter terhadap Anwar Usman dengan mendesak mundur dari hakim MK.

“Setara Institute melakukan propaganda dan pembunuhan karakter terhadap Anwar Usman,” kata Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda kepada redaksi www.suaranasional.com, Kamis (9/11/2023).

Menurut Anto, MKMK tidak memutuskan Anwar Usman berhenti dari hakim MK. “Artinya Setara Institute seolah-olah melebihi MKMK,” jelas Anto.

Anto menduga Setara Institute yang dibiayai asing ingin mengobok-obok bangsa Indonesia dengan mempersoalkan Anwar Usman. “Ada skenario Anwar Usman ingin dijadikan Setara Institute selaku antek asing untuk membuat rusuh di Indonesia,” paparnya.

Baca juga:  Manuver Anwar Usman untuk Menguasai MK Kembali

Setara Institute mendesak Anwar Usman mundur sebagai hakim MK karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim kategori berat dalam putusan batas usia capres-cawapres.

“Melakukan pelanggaran berat, Setara Institute desak Anwar Usman mundur dari hakim MK,” ungkap Ketua Badan Pengurus Setara Institute Ismail Hasani dalam keterangan terutulis, Kamis (9/11/2023).

Vonis Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) sebelumnya telah menjatuhkan sanksi pemberhentian Anwar sebagai Ketua MK sekaligus pelarangan mengikuti sidang untuk jenis perkara yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

“Putusan MKMK ini tetap kontributif menjaga integritas kelembagaan MK, sekalipun gagal memulihkan kematian demokrasi yang diproduksi melalui Putusan 90/PUU-XXI/2023,” ujarnya.

Baca juga:  PPJNA 98: PBHI Fitnah ke Anwar Usman

Ismail menilai putusan MKMK hanya menjadi opium dan obat penawar sesaat atas amarah publik yang kecewa dan marah dengan Putusan 90/PUU-XXI/2023. Putusan tersebut dianggap menjadi puncak kejahatan konstitusi (constitutional evil) dan matinya demokrasi di Indonesia.