Bappenas Pesimis Ekonomi 2017 Capai 5,2 Persen, Aktivis Malari 74: Tamparan Keras buat Jokowi

Salim Hutadjulu (IST)

Bappenas Pesimis yang mengungkapkan pesimis Ekonomi 2017 Capai 5,2 Persen karena menurunnya daya beli masyarakat menjadi tamparan keras buat Presiden Jokowi.

Demikian dikatakan aktivis Malari 1974 Salim Hutadjulu dalam pernyataan kepada suaranasional, Selasa (14/11). “Menurunnya daya beli bukan karena beralihnya masyarakat ke online tetapi lesunya ekonomi di era Jokowi,” kata Salim.

Kata Salim, kebijakan Jokowi hanya menguntungkan korporasi dan merugikan rakyat kecil. “Subsidi dicabut berdampak terhadap rakyat karena harga naik dan penghasilan tetap. Ini yang tidak dipikirkan Rezim Jokowi,” ungkap Salim.

Menurut Salim, berbagai paket kebijakan ekonomi tidak menolong kondisi perekonomian Indonesia. “Sudah sampai enam paket kebijakan ekonomi tetapi tidak punya dampak kepada rakyat,” jelas Salim.

Salim mengkhawatirkan, munculnya gerakan rakyat yang besar sebagai bentuk protes terhadap Rezim Jokowi. “Ekonomi makin sulit, bisa terjadi gerakan rakyat yang meminta pergantian kekuasaan,” pungkas Salim.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengakui pesimis ekonomi 2017 bisa mencapai 5,2 persen dengan adanya melemahnya daya beli masyarakat.

“Struggling ke 5,2 persen ya bukan 5,1 persennya. 5,2 persennya yang berat karena dari 3 triwulan ini profilnya masih semuanya 5,03 persen, kalau kita lihat akumulasi dari triwulan I-III,” kata dia mengakui pesimis.

Baca juga:  Utang Menumpuk & Daya Beli Turun, Aktivis Malari 1974: Rezim Jokowi Kritis