_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"http://suaranasional.com","Category":"http://suaranasional.com/category/news/butuh-bantuan/","Archive":"http://suaranasional.com/2017/09/","Post":"http://suaranasional.com/2017/09/21/meikarta-munculkan-kesenjangan-sosial-konflik-di-masyarakat/","Page":"http://suaranasional.com/karir/","Attachment":"http://suaranasional.com/2017/09/21/perang-ketupat-tradisi-di-bangka-belitung-jadi-inti-acara-menyambut-tahun-baru-islam/wp-image-397278986-jpg/","Nav_menu_item":"http://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"http://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Thursday , 21 September 2017
Breaking News
Home > Politik > Brigade Jokowi: Ajakan Nobar Film ‘G30SPKI’ untuk Serang Jokowi

Brigade Jokowi: Ajakan Nobar Film ‘G30SPKI’ untuk Serang Jokowi

Film pemberontakan G30SPKI (IST)

Film pemberontakan G30SPKI (IST)

Ada upaya menyudutkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh kelompok atau seseorang yang nonton bersama (nobar) Film G30SPKI.

“Ada tujuan politis mendiskreditkan Presiden Jokowi saat mengajak nonton bersama (nobar) Film G30SPKI,” kata Koordinator Brigade Jokowi, Mulyono Hadisubroto kepada suaranasional, Kamis (14/9).

Kata Mulyono, saat ini, Presiden Jokowi difitnah bagian dari PKI. “Padahal Presiden Jokowi asli Islam dan berjuang untuk bangsa dan negara,” papar Mulyono.

Menurut Mulyono, Film G30SPKI tidak sesuai dengan fakta dan isinya mendiskreditkan pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sebagai markas PKI. “Era Presiden Habibie, Film tersebut sudah dihentikan oleh Menteri Penerangan Yunus Yosfiah,” tegas Mulyono.

Kata Mulyono, pemutaran film tersebut tidak sesuai dengan semangat reformasi. “Saat ini mengalami kemunduran reformasi dengan adanya keinginan nobar film G30SPKI,” jelas Mulyono.

Selain itu, kata Mulyono, film tersebut hanya mengkultuskan Presiden Soeharto dan menyalahkan Soekarno. “Film itu hanya propaganda Era Orde Baru menjatuhkan wibawa Soekarno,” pungkas Mulyono.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum