_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"http://suaranasional.com","Category":"http://suaranasional.com/category/news/butuh-bantuan/","Archive":"http://suaranasional.com/2017/09/","Post":"http://suaranasional.com/2017/09/21/meikarta-munculkan-kesenjangan-sosial-konflik-di-masyarakat/","Page":"http://suaranasional.com/karir/","Attachment":"http://suaranasional.com/2017/09/21/perang-ketupat-tradisi-di-bangka-belitung-jadi-inti-acara-menyambut-tahun-baru-islam/wp-image-397278986-jpg/","Nav_menu_item":"http://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"http://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Thursday , 21 September 2017
Breaking News
Home > News > UIN Jakarta tak Berikan Ruang Pemikiran Liberal

UIN Jakarta tak Berikan Ruang Pemikiran Liberal

Prof Dr Masykuri Abdillah (IST)

Prof Dr Masykuri Abdillah (IST)

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tidak memberikan ruang pemikiran liberal di kampus.

“Direktur Pascasarjana UIN Jakarta, Prof Dr Masykuri Abdillah: Pemikiran liberal tidak bisa diberikan di Pascasarjana UIN Jakarta,” kata dosen UIN Jakarta, Edy A Effendi di akun Twitter-nya @eae18.

Kata Edy, Masyukri Abdillah seorang yang hafal Al Quran 30 juz dan secara akademik pernah menempuh pendidikan di Jerman.

“Prof Dr Masykuri Abdillah: Direktur Pascasajarna UIN Jakarta: Saya hafal 30 juz. Saya tidak memberi ruang untuk utak-atik ayat-ayat Quran,” ungkap Edy.

Kata Edy, Masykuri Abdillah menyatakan, dalam ruang akademik boleh membedah teks Al Quran tetapi bukan untuk hal-hal nyeleneh. “Dalam diskursus akademik melakukan pembedahan terhadap teks Quran, tak apa. Tapi kalau utak-atik yang nyleneh, tak ada tempat,” jelasnya.

“Kurang apalagi? Prof Dr Masykuri Abdillah, MA, PhD-nya di Hamburg University. Nyantri di Tebu Ireng. Direktur Pascasrajana UIN Jakarta,” pungkas Edy.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum