_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"http://suaranasional.com","Category":"http://suaranasional.com/category/news/butuh-bantuan/","Archive":"http://suaranasional.com/2017/08/","Post":"http://suaranasional.com/2017/08/20/demi-jilat-jokowi-ruhut-sebut-remisi-napi-koruptor-dari-menkumham-bukan-presiden/","Page":"http://suaranasional.com/karir/","Attachment":"http://suaranasional.com/2017/08/20/demi-jilat-jokowi-ruhut-sebut-remisi-napi-koruptor-dari-menkumham-bukan-presiden/2e04aa69759d3c3c1746838c65773c31-jpg/","Nav_menu_item":"http://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"http://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 20 August 2017
Breaking News
Home > Inspirasi > Sri Mulyani: Miris, Masyarakat Indonesia Masih banyak Bermental ‘GRATISAN’

Sri Mulyani: Miris, Masyarakat Indonesia Masih banyak Bermental ‘GRATISAN’

Menkeu Sri Mulyani di Bea Cukai. ©2016 Merdeka.com

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan perlu usaha dan kerja sama dalam menciptakan Indonesia yang lebih baik dalam berbagai bidang. Dia pun menyindir masyarakat yang memiliki mental ‘gratisan’ dalam membangun Indonesia.

“Kita harus bangun dan kita harus mulai sekarang. Memang besar biayanya. Tapi tidak ada impian yang tercapai gratis,” katanya dalam Acara Supermentor ke-20 yang bertajuk ‘Indonesias Great Prosperity Ahead: Will It Happen? Win It Be Yours?’, di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (25/7/2017). 

“Mental gratisan itu mental yang sangat buruk. Di Republik ini ada cukup banyak yang punya mental itu. Semua maunya gratis,” lanjutnya. 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini meminta masyarakat harus sadar bahwa menjadikan Indonesia lebih baik adalah tanggung semua insan Indonesia, bukan hanya pemerintah saja. “Mengubah pola institusi bahwa mereka itu pelayan, juga (mengubah) mental masyarakat yang semuanya maunya gratisan,” tegasnya. 

Selain itu, dia juga menambahkan masyarakat menjadi peka dan terlibat dalam pengawasan program pemerintah. Sebab, tujuan kebijakan adalah untuk kepentingan bersama.

“Bukan uangnya Sri Mulyani, ini uangnya negara, uang masyarakat. Karena itu masyarakat perlu kritis untuk koreksi jadi lebih baik. Boleh menuntut hak, tapi kewajiban juga harus dilakukan,” tandasnya. [merdeka]

loading...
loading...


About Ibnu Maksum