_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"http://suaranasional.com","Category":"http://suaranasional.com/category/news/butuh-bantuan/","Archive":"http://suaranasional.com/2017/05/","Post":"http://suaranasional.com/2017/05/26/imigrasi-akui-kemungkinan-habib-rizieq-peroleh-visa-undangan-kerajaan-arab-saudi/","Page":"http://suaranasional.com/karir/","Attachment":"http://suaranasional.com/2017/05/26/ini-dia-video-banser-ikut-demo-mengecam-habib-rizieq-dan-jusuf-kalla/banser-fpi/","Nav_menu_item":"http://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"http://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Friday , 26 May 2017
Breaking News
Home > Politik > Rezim Jokowi Kalap Musuhi Umat Islam dan Bisa Tumbang

Rezim Jokowi Kalap Musuhi Umat Islam dan Bisa Tumbang

Demo setop kriminalisasi Ormas Islam (IST)

Demo setop kriminalisasi Ormas Islam (IST)

Rezim Joko Widodo (Jokowi) kalap dengan memusuhi umat Islam dan bisa berakibat tumbang.

“Rezim Jokowi yang kalap memusuhi umat Islam bisa tumbang,” kata pengamat politik dari Solo Muhammad Ali Usman dalam pernyataan kepada suaranasional, Jumat (19/5).

Menurut pria yang pernah melaporkan kasus dugaan korupsi Jokowi di Solo ini, Rezim Orde Baru di akhir kekuasaanya juga kalab dan menghajar semua lawan politik sebelum tobat dengan ICMI namun terlambat dan tumbang.

“Rezim Gus Dur yang kalab dan membabi buta mengahajar siapapun dengan jurus Dewa mabok nya akhirnya tumbang mengenaskan,” jelas Ali Usman.

Kata Ali Usman, Rezim Soekarno yang kalab juga memusuhi Islam walmuslimin hingga terakhir pakai jurus NASAKOM dan tumbang ternistakan.

Ia mengatakan, kekalapan Rezim Jokowi terlihat dari pembubaran HTI melalui pengadilan.

“Pembubaran HTI hanya sasaran awal dari balas dendan atas kekalahan dalam pilkada baik dari Banten, DKI dan seterusnya yang ternyata ummat Islam biang keladinya, makanya musuh utama rezim ini adalah ummat Islam dan harus dilenyapkan,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyoroti Slogan Rezim Jokowi Kerja, Kerja dan Kerja namun tetap saja pertumbuhan ekonomi rendah. “Malah hutang berjibun dan pengangguran berjibun menyesakki masa depan,” pungkas k pelakunya dari pendukung Jokowi (Jokowi) dan Ahok (Ahoker).

loading...
loading...