_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"http://suaranasional.com","Category":"http://suaranasional.com/category/news/butuh-bantuan/","Archive":"http://suaranasional.com/2017/08/","Post":"http://suaranasional.com/2017/08/21/wartawan-senior-sebagian-orang-china-tak-muliakan-indonesia/","Page":"http://suaranasional.com/karir/","Attachment":"http://suaranasional.com/2017/08/21/wartawan-senior-sebagian-orang-china-tak-muliakan-indonesia/41f40574e0982c2f5385ca6b3836b007-jpg/","Nav_menu_item":"http://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"http://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Monday , 21 August 2017
Breaking News
Home > News > MUI Nilai Ahoker Mulai Radikal & Membahayakan NKRI

MUI Nilai Ahoker Mulai Radikal & Membahayakan NKRI

Ahoker – ist

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai pendukung Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok) biasa disebut Ahoker mulai radikal dan membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dan sekarang  kecenderungannya ada gejala-gejalan radikalisme oleh pendukung-pendukung Ahok, bagaimana mereka melakukan demo yang tidak taat hukum bertentangan dengan (sikap) Basuki sendiri,” kata Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Ikhsan Abdullah, Sabtu (13/5).
Ikhsan mengkhawatirkan aksi Ahoker itu justru bisa ditumpangi, termasuk oleh kelompok-kelompok radikal.
“Termasuk yang kita khawatirkan ISIS. Celah-celah seperti ini mereka bisa masuk,” ujar Ikhsan.  
Lebih lanjut dia mengatakan, gejala-gejala lain yang terkesan menumpangi aksi pendukung Ahok adalah munculnya karangan bunga yang justru memajang kalimat-kalimat yang mengusik. Bahkan kesannya provokatif.
“Bunga ini indah disimpan di  mana-mana tapi  ditorehkan dengan kata-kata yang tidak indah. Ini kan memancing,” tegasnya.
Ikhsan merasa bersukur karena umat Islam yang menggelar Aksi 55 pada 5 Mei lalu tak terpancing. 
“Alhamdulillah demo 55 tak terpancing, kalau terpancing kita bayangkan bagaimana repotnya aparat mengurusi hal-hal itu,” pungkas Ikhsan.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum