_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"http://suaranasional.com","Category":"http://suaranasional.com/category/news/butuh-bantuan/","Archive":"http://suaranasional.com/2017/03/","Post":"http://suaranasional.com/2017/03/31/jilat-mega-pdip-ruhut-ingin-dicalonkan-kepala-daerah/","Page":"http://suaranasional.com/karir/","Attachment":"http://suaranasional.com/2017/03/31/allahu-akbar-wni-di-belanda-dukung-aksi-313/masyarakat-indonesia-peduli-tanah-air-menggelar-sesi-foto-bersama-_170330223820-560/","Nav_menu_item":"http://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"http://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Friday , 31 March 2017
Breaking News
Home > Politik > Minta Bule Duduki Pimpinan BUMN, Jokowi Bisa Dituding Jual Aset Negara

Minta Bule Duduki Pimpinan BUMN, Jokowi Bisa Dituding Jual Aset Negara

Presiden Jokowi (IST)

Presiden Jokowi (IST)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempunyai mental tidak percaya diri terhadap kemampuan anak bangsa dan menjual negara dengan menginginkan bule menjadi pimpinan BUMN.

Demikian dikatakan pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Rabu (4/1). “Harusnya BUMN dipimpin warga Indonesia yang punya prestasi baik,” ungkap Muslim.

Menurut Muslim, banyak putra-putri bangsa Indonesia yang mampu menjadi pimpinan di BUMN. “Kita tidak perlu minder dengan bangsa lain. SDM kita untuk menjadi pimpinan BUMN tidak perlu mengambil dari bangsa lain,” jelas Muslim.

Muslim mengatakan, dasar Jokowi menggunakan bule menjadi pimpinan BUMN dari Uni Emirat Arab (UEA) tidak punya alasan tepat. “UEA itu SDM beda dengan Indonesia. Di Indonesia banyak putra-putri Indonesia yang bisa kelola BUMN dan menghasilkan keuntungan untuk negara,” papar Muslim.

Selain itu, ia mencurigai Jokowi punya tujuan untuk menjual aset BUMN ke negara asing. “Tak salah bila rakyat punya persepsi Presiden sedang menjual negara ke asing,” pungkas Muslim.  

Jokowi mengatakan ingin ada pekerja asing menjadi pimpinan di perusahaan negara. Menurutnya, para pimpinan badan usaha milik negara (BUMN) harus memiliki semangat kompetisi yang kuat dan sehat agar BUMN dapat terus maju dan berkembang secara optimal.

“Saya bahkan ingin ada tiga atau empat bule profesional yang memimpin perusahaan BUMN agar orang-orang kita belajar serta termotivasi dan berkompetisi dengan adanya orang-orang asing itu,” katanya seperti dikutip dari Antara di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/1).

loading...
loading...