_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"http://suaranasional.com","Category":"http://suaranasional.com/category/news/butuh-bantuan/","Archive":"http://suaranasional.com/2017/07/","Post":"http://suaranasional.com/2017/07/23/aktivis-katolik-dan-keturunan-tionghoa-kecewa-kh-said-aqil-ada-apa/","Page":"http://suaranasional.com/karir/","Attachment":"http://suaranasional.com/2017/07/22/cara-cek-rekam-jejak-rekening-penerima-rekening-agar-lebih-yakin-bertransaksi/wp-1500712036428-jpg/","Nav_menu_item":"http://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"http://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 23 July 2017
Breaking News
Home > Kesehatan > Alasan Larangan Mencukur Bulu Kemaluan sebelum Hubungan Badan

Alasan Larangan Mencukur Bulu Kemaluan sebelum Hubungan Badan

Ilustrasi mencukur bulu kemaluan wanita (IST)

Ilustrasi mencukur bulu kemaluan wanita (IST)

Mencukur rambut kemaluan dilakukan sebagian wanita untuk menghindari risiko malu saat berhubungan intim dengan pasangan. Tapi tahukah Anda bahwa membabat habis rambut kemaluan sebelum bercinta, dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual.

Lora Ivanova, seorang seksolog mengatakan bahwa sebaiknya kebiasaan mencukur rambut kemaluan sebelum berhubungan seks harus dihindari. Pasalnya, rambut berfungsi sebagai pelindung organ kemaluan dari risiko infeksi jamur, virus dan bakteri.

“Mencukur rambut kemaluan dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual sebesar 440 persen. Jadi meski sekarang banyak perawatan estetika untuk rambut kemaluan, sebaiknya dihindari membabat habis seluruh rambut,” ujar Ivanova.

Pernyataannya ini mendukung hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sexually, dimana lelaki dan perempuan yang mencukur rambut kemaluan lebih berisiko mengidap infeksi menular seksual seperti herpes, HPV, sifilis, gonore, klamidia atau HIV.

“Pori-pori kulit di organ intim yang terbuka memudahkan bakteri atau virus menembus kulit. Itu sebabnya infeksi lebih besar pada mereka yang mencukup rambut kemaluan,” tambah Ivanova.

Selain mencegah infeksi, ia menambahkan, rambut kemaluan juga berfungsi sebagai bantalan yang mencegah gesekan antar kulit penyebab risiko cedera.

Daerah kemaluan dan alat kelamin paling rentan terhadap infeksi virus karena luka kecil tak terlihat bekas cukuran rambut. Ditambah, kata dia, area intim yang cenderung lembab memudahkan virus dan bakteri untuk masuk ke dalamnya. (suara)

loading...
loading...


About Ibnu Maksum