_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"http://suaranasional.com","Category":"http://suaranasional.com/category/news/butuh-bantuan/","Archive":"http://suaranasional.com/2017/03/","Post":"http://suaranasional.com/2017/03/28/polisi-segera-panggil-inul-daratiata-penjara-menunggu/","Page":"http://suaranasional.com/karir/","Attachment":"http://suaranasional.com/2017/03/28/fitnah-ulama-ini-dampratan-ahmad-dhani-untuk-inul/wp-1490680575343-jpg/","Nav_menu_item":"http://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"http://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Tuesday , 28 March 2017
Breaking News
Home > Politik > Staf Khusus Era Presiden SBY: Hoax adalah 85 % Janji Jokowi di Media Belum Dipenuhi

Staf Khusus Era Presiden SBY: Hoax adalah 85 % Janji Jokowi di Media Belum Dipenuhi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi (IST)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi (IST)

Berita hoax adalah janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebar di media tetapi sampai saat ini belum ditepati.

“Apa yang disebut Hoax? 85 % janji Jokowi yang sudah disebar media dalam kampanye tapi belum dipenuhi,” kata Staf Khusus Era Presiden SBY, Andi Arief di akun Twitter-nya @andiariefaa.

Kata Andi Arief, rezim Jokowi mengalami kegusaran bila terjadi aksi besar seperti 411 dan 212 yang menuntut keadilan. “Saya paham, sebuah rejim gusar bila terjadi aksi besar seperti 1410, 411, dan 212. Harus terjadi kritik oto Kritik kenapa itu bisa terjadi,” kata mantan aktivis SMID ini.

Andi Arief mengatakan, selama 10 tahun berkuasa, Presiden SBY dihajar melalui media sosial.

“Saya mengingatkan, Meski 10 tahun SBY dihajar sosial media dengan tanpa hoax, dia terpilih kembali dan mengakhiri dg kepuasan 72 %,” jelas Andi.

Ia mengatakan, media sosial menjadi alternatif pemberitaan di saat parlemen sudah dikuasai Jokowi. “Parlemen sudah dikuassi Jokowi, biarlah sosial media menjadi penyeimbang. Kerja saja pak. Tunaikan janji sesegera,” paparnya.

Andi Arief mengingatkan, keliru Jokowi anggap sosial media adalah faktor yang bisa merusak legitimasi. Kinerja buruk dan tak menunaikan janji yg rusak legitimasi.

“Rakyat ingin rejim jokowi berubah, bukan Jokowi mengubah sosial media,” pungkas Andi Arief.

loading...
loading...