_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"http://suaranasional.com","Category":"http://suaranasional.com/category/news/butuh-bantuan/","Archive":"http://suaranasional.com/2017/06/","Post":"http://suaranasional.com/2017/06/23/kamil-dan-ahmad-google-alqurannya-indonesia/","Page":"http://suaranasional.com/karir/","Attachment":"http://suaranasional.com/2017/06/23/kamil-dan-ahmad-google-alqurannya-indonesia/wp-1498204848211-jpg/","Nav_menu_item":"http://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"http://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Saturday , 24 June 2017
Breaking News
Home > Politik > Drama Taman Rusak di Depan Balai Kota untuk Pencitraan Ahok-Djarot

Drama Taman Rusak di Depan Balai Kota untuk Pencitraan Ahok-Djarot

Djarot dan beberapa relawan memperbaiki Taman di depan Balai Kota yang rusak (IST)

Djarot dan beberapa relawan memperbaiki Taman di depan Balai Kota yang rusak (IST)

Taman rusak di depan Balai Kota yang rusak akibat akibat demo besar, Jumat (14/10) dan diperbaiki para pendukung Ahok-Djarot termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta hanya bagian pencitraan.

“Drama taman rusak dan diperbaiki para pendukung Ahok-Djarot termasuk Djarot sendiri hanya pencitraan saja,” kata aktivis politik Ahmad Lubis kepada suaranasional, Senin (17/10).

Kata Lubis, pemberitaan pendukung Ahok-Djarot yang memperbaiki taman justru makin membuka kepada publik tindakan mereka itu hanya pencitraan. “Kita tunggu juga pendukung Ahok yang protes reklamasi. Masalah taman itu kecil. Kalau reklamasi jelas merusak lingkungan,” papar Lubis.

Menurut Lubis, buzzer Ahok yang membollow up kerusakan taman mudah diprediksi sebelumnya. “Di media sosial sudah banyak yang memprediksi demo tuntut Ahok ke jalur hukum akan ditutup dengan kasus taman yang rusak, dan dan ternyata betul, dan media-media pun ikut-ikutan jadi buzzer Ahok,” papar Lubis.

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, pagi ini, Ahad (16/10) mengadakan tanam pohon bersama di taman kota depan Balai Kota DKI Jakarta dengan tim relawan Ahok-Djarot dan sejumlah komunitas di Jakarta.

Anto, salah seorang relawan dari Guru Bantu Jakarta menyayangkan hal ini karena mereka yang berdemo tidak memperhatikan hal kecil.

“Sayang saja, mereka tidak memperhatikan hal kecil seperti ini. Mereka seperti tidak mencintai keindahan.” ujar pria berusia 48 tahun ini.

loading...
loading...